Penyangkalan

Posted on June 1st, 2007 in Uncategorized by dhoncol

Nama saya Dhoni Suhendra, dengan sedikit embel-embel gelar dokter.  Sekarang saya berstatus sebagai Pegawai Tidak Tetap Dinas Kesehatan RI, yang di"pekerjakan" di sebuah rumah sakit di Bandarlampung. Sudah sebulan berjalan, tapi sampai sekarang saya masih bertanya-tanya dalam hati apakah saya sudah mengambil keputusan yang tepat.

Selama ini saya selalu menjadikan alasan gaji untuk mendukung ketidak setujuan saya untuk menjadi PTT di daerah yang terpencil atau di kota.  Saya selalu mengatakan pada kawan-kawan saya yang menjadi PTT di kota atau daerah terpencil alangkah kecilnya gaji yang tanpa insentif tersebut. Tapi ironisnya sekarang malah saya sendiri mengambil keputusan untuk menjadi PTT BSB yang gajinya bahkan lebih kecil lagi dan tanpa insentif. Ya ampuunn…..Untuk beberapa saat saya mulai berdalih.  Rejeki urusan tuhan, tidak peduli tempat maupun pekerjaan, asalkan mau berusaha hasil bukan kita yang menentukan. ya, kalimat itu yang sekarang mulai menjadi echo didalam benak saya.  Entah itu kepasrahan, penerangan, atau hanya sebuah denial. Ya, saya khawatir pikiran yang bergaung dikepala saya itu hanyalah sebuah penyanggahan saja.  Karena toh saya masih tetap merasa iri dan dengki bila medengar cerita-cerita teman-teman saya yang mendapatkan penghasilan yang jauh lebih besar dengan status yang sama seperti saya.  Hanya tentu saja mereka didaerah dan saya dikota. Lagi-lagi sebuah penyangkalan….

Beberapa teman sudah mulai menapaki tingkat selanjutnya dari profesi yang  telah kami pilih ini. Beberapa lainnya juga sudah menetapkan rencana kesana. Biasanya saya tersenyum dan turut merasa senang untuk mereka. Tapi tetap terlintas didalam hati kapan saya akan bisa seperti mereka. Setiap orang punya jalan masing-masing. Setiap orang punya rejeki masing-masing. yah…lagi-lagi sebuah penyangkalan.

Beberapa orang kawan akan segera menikah dalam waktu dekat ini, beberapa sudah menikah beberapa waktu yang lalu, dan beberapa sudah merencanakan akan menyegerakan pula pernikahannya. Lalu saya kapan? Ya, sabar…semua ada waktunya. Toh usia masih belum genap 25, masih banyak juga kawan yang belum menikah. jadi bukan masalah besar bila beberapa orang teman mendahului. Yah, tetap saja sebuah penyangkalan…..